untuk nakhoda kapal di tengah laut


Автор Dyah Ayu Setya Purnamaningrum, написано 22 Febuari 2009 г. в 15:46
realita kembali diguncangkan saat saya belum benar-benar memijakan kaki di bumi ini ..
sebuah kesadaran saya kembali diuji..
diuji kembali agar saya belajar tentang diri saya dan tentang manusia ..
saya di pupuk kembali dengan banyak bekal agar dapat hidup dan dapat bepijak di bumi ini ..
tapi .. terkadang realita tak sebaik yang saya harapkan .. saya tiba-tiba merasa sedih kembali dan termakan perasaan oleh sebuah emosional negatif yang membuat saya terbuai untuk tenggelam kembali kealam kelam yang sebelumnya saya pernah lewati ..

sebuah realita dimana sebetulnya tak sebenar-benarnya hidup ini baik baik saja ...
penolakan terhadap perasaan kecewa membuat saya merasa hidup ini baik-baik saja ..
ternyata tidak .. saya baru saja tersadar bahwa saya belum jauh melangkah dan dia belum juga berubah .. dia tetap tetap dan akan tetap menyakiti .. menyakitkan membuat saya dan lainnya kecewa ..
saya selalu berharap suatu hari ia akan berubah menjadi manusia yang lebih baik dan menjalankan tugasnya terhadap saya dan yang lainnya .. menjalankan tugasnya dengan sebaiknya yang memberikan saya sebuah guyuran sejuk dihati.
...
bahwa disini dan selalu saya berharap Tuhan akan membukakan matanya tentang kasih sayang, tentang syukur, tentang betapa indahnya dunia ini dengan segenap isinya, tentang bagaimana saya dan lainya sangat mencintai dirinya, tentang bagaimana sebuah keluarga bukan hanya keluarga melainkan sebuah rumah untuk dirinya .. tentang keluarga yang akan selalu menerima dia dalam keadaan apapun, tentang keluarga yang selalu akan ada dihatinya hingga tak sepantasnya disakiti dan dikecewakan .. bersyukurlah .

Comments

Popular Posts