Skip to main content

Posts

Featured Post

Halo, Nak!

Halo Nak, aku tau menulis seperti ini, membuatku seperti orang yang delusional. Belum juga kamu di perutku lebih dari 1,5 bulan.  Kamu masih berupa gumpalan daging. Orang bilang kamu belum bernyawa. Tapi kehilanganmu nyatanya masih menyayat, membuatku sesenggukan sendiri di waktu-waktu yang tak terduga. Selagi menulis ini, aku sedang mendengarkan lagu Sal Priadi - Bulan Yang Baik . Belakangan lagu ini menjadi theme song chapter hidupku kehilanganmu. Karena aku tau kamu mampir di rahimku saat bulan yang baik.  Juga karena bulan Maret, ulang tahunku. Bulan yang baik, bulan Ramadhan Nak. Bahkan aku sempat terbesit, menyematkan Rahmadhani di tengah namamu. Titah Ramadhani Juang. Iya, nama perempuan, karena dalam mimpiku kamu perempuan. Apa karena besitan nama itu? aku sudah melanggar pamali, hingga aku mendapat ganjarannya.  Atau, karena aku terlalu senang dan memberi kabar gembira terlalu cepat sebelum waktunya?. Takabur. Kakakmu nasibnya kurang lebih sama denganmu, juga mam...

Latest Posts

Wisata Mcdonald's

Tidak Ada Keluarga yang Sempurna

Kerikil di Tengah Badai

Cerita di Balik "Anxiety Hingga Ingin Bunuh Diri: Pekerja Teknologi Terhimpit Pandemi"

Begini Jamannya

Catatan Siang Bolong

Ini Ceritaku di Coffee War Kemang

Penjara Kata