Halo, Nak!
Halo Nak, aku tau menulis seperti ini, membuatku seperti orang yang delusional.
Belum juga kamu di perutku lebih dari 1,5 bulan. Kamu masih berupa gumpalan daging. Orang bilang kamu belum bernyawa.
Tapi kehilanganmu nyatanya masih menyayat, membuatku sesenggukan sendiri di waktu-waktu yang tak terduga.
Selagi menulis ini, aku sedang mendengarkan lagu Sal Priadi - Bulan Yang Baik. Belakangan lagu ini menjadi theme song chapter hidupku kehilanganmu.
Karena aku tau kamu mampir di rahimku saat bulan yang baik. Juga karena bulan Maret, ulang tahunku.
Bulan yang baik, bulan Ramadhan Nak. Bahkan aku sempat terbesit, menyematkan Rahmadhani di tengah namamu. Titah Ramadhani Juang. Iya, nama perempuan, karena dalam mimpiku kamu perempuan.
Apa karena besitan nama itu? aku sudah melanggar pamali, hingga aku mendapat ganjarannya. Atau, karena aku terlalu senang dan memberi kabar gembira terlalu cepat sebelum waktunya?. Takabur.
Kakakmu nasibnya kurang lebih sama denganmu, juga mampir di bulan Ramadhan, dan aku kehilangan juga tepat malam sebelum Idul Fitri.
Saat itu aku ngga tau ada kakakmu di rahimku, karena aku bodoh, aku pikir aku mandul dan tak mungkin hamil.
Jadi kehilangan kala itu lebih seperti keajaiban, "Hah, aku bisa hamil natural?". Kakamu nasibnya lebih naas, karena hilang saat flush WC, tersisa foto di galery di HP ku, atau galery HP dokter Ridwan, jika dia masih simpan.
Beruntung aku masih menggenggammu di telapak tanganku, menguburkanmu di bawah pohon mangga.
Tapi hatiku masih bersedih. Maafkan yah.
Katanya, Tuhan mungkin ada rencana lain untukku.
Saat itu aku hanya punya keyakinan, bahwa dalam kesulitan, pasti ada kemudahan.
Lagi-lagi, walau kehilangan itu, dan duka itu masih ada.
Tuhan benar kasih aku kesempatan Nak, tiba-tiba ada saja hal baik, kecil namun baik bagi kami berdua.
Walau ada pertanyaan di hatiku, apa harus begini?
Yakin di hari ini benar-benar barang mahal, Nak.
Bahkan aku tidak bisa marah pada Tuhan, karena Tuhan masih jaga kami berdua.
Aku sempat berpikir, beriman itu sangat masokis.
Tapi, terima kasih sudah mampir yah, Nak.
Entah ini yang katanya ujian dari Tuhan, atau sekedar kesialan.
Semoga kita bertemu kembali, Nak.

Comments
Post a Comment