sekali seumur hidup




Автор Dyah Ayu Setya Purnamaningrum, написано 14 июня 2009 г. в 21:55

Sekali seumur hidup saya bisa membenci orang. .
Kalaupun seluruh dunia bertanya mengapa saya bisa membenci manusia yang satu itu? Mungkin saya tidak dapat menjawab dengan pasti.

Benci bukan sembarang benci . .

Benci harus disimpulkan dengan berbagai pengkajian dari orang sekitar . . Adakah hanya saya yang benci sendiri atau orang lain juga memiliki hal yang sama dengan saya. .
Dan sejauh ini . . Berbagai keluhan nyaris sama dengan apa yang saya keluhkan .

Namun sekali lagi. . Benci bukan sembarang benci . . Saya merefleksi diri dan berkaca adakah saya yang bermasalah ? Dan sejauh saya berkaca memang saya mempunyai andil juga namun bukannya saya tidak menyadari atau saya tidak perduli karena saya sudah meminta maaf padanya dan saya mencoba untuk berubah..

Benci bukan sembarang benci . .
Karena saya terkesima dengan rasa benci yang saya rasakan. .
Bisa-bisanya sekali dalam seumur hidup saya menginginkan menjadi seseorang yang terjangkit amnesia tetapi hanya melupakan segala hal yang berhubungan dengan dia . .


Untuk itu saya meminta maaf pada Tuhan dan memohon padaNYA. .
Hanya untuk sekali seumur hidup ini saja saya harap perasaan benci ini merundung saya karena saya tidak ingin menjadi pembenci yang hidupnya tidak tenang.

Comments

Popular Posts