Mati rasa



Автор Dyah Ayu Setya Purnamaningrum, написано 25 september 2009 г. в 0:29

Denyut jantung tetap berdetak.. Raga ini masih terjaga. .
Adakah salah dengan saya kala hati hanya berdiam lalu membeku, beku keras dan ngilu. .
Adapun badai didepan wajah juga tak dihirau, otak berjalan tetapi berkutat dengan khayalan untuk kepuasan diri di dunia.
Adakah harapan pada manusia tak berhati ?
Mati rasa. .
Bukannya menyenangkan tapi ini benar-benar menyakitkan. .
Karena. .
Denyut jantungmu tetap berdetak, ragamu masih ada disini, nafasmu masih terpompa, tapi hatimu mati, hatimu tidak bisa merasakan hal yang sebenarnya terjadi.

Tuhan. . Jangan biarkan hatiku mati, jangan biarkan kabut kelam dunia ini memakanku hidup-hidup tanpa menyisakan sebuah rasa didalam hati..

Comments

Popular Posts