Penjara Kata

Ada kalanya kata-kata tersebar dan melayang. Minta ditangkap dan dirangkai.


Sering kali menjadi mozaik dan biasa saja. Tapi hati puas bukan kepalang setelahnya.
Ternyata kata-kata acak yang melayang ini, menyimpan letupan amarah, luka, dan sedih. Kadang ada rangkaian yang lebih intim daripada makna yang ada.
Menjadi bentuk doa yang menyembuhkan.


Belakangan, kata-kata itu buyar, urung ditangkap.
Pasalnya, kalimat terangkai tidak bikin semua orang bahagia.
Katanya, tidak efektif.


Maka, aku putuskan kembali lagi, ke goa batu yang nyaman, yang menyembuhkanku, bukan untuk orang lain yang terobsesi dengan kalimat efektif.

Kalimat efektif, yang seringkali jadinya penjara.

Comments

Popular Posts