Catatan Siang Bolong
Aku takut mengulik sisi terdalamku yang lama tertimbun,
Sisi dramatisku yang akhirnya hanya menjadi amarah,
Sisi abstrakku yang akhirnya menjadi tidak terarah,
Aku takut menjadi orang lain yang bukan aku,
30 tahun, sedikit demi sedikit kian terkuak, aku bukan aku dengan utuh,
Bagaimana jika aku lebih suka duduk dan termenung?
Memeluk alam sambil bersyukur,
Menemukan pesan dibalik angin?
Berdansa tanpa aturan bersama bebatuan, tanah, dan air?
Tidak dibelakang meja dan meruntuk lelah setelahnya?
Sejak terakhir mengulik resahku menjadi karya, menjadi peka dan merdeka.
Aku kira, benar sudah aku memilih menjadi manusia biasa.
Tapi aku tidak benar bahagia.
Masih ada rumah yang harus dibeli, masih ada perut yang harus diisi, masih ada hari tua yang harus ditata mandiri.

Comments
Post a Comment