Soal Perandaian Rindu

Lalu, adakah halte bus pernah menangis rindu ditinggalkan banyak manusia silih berganti?
Adakah ia pernah menuntut pada satupun manusia yang berteduh dan bercumbu dibawahnya?
Pada malam, adakah pernah mengutuk mentari acap kali merayap naik menggeser malam?
Adakah keset tersakiti saat terinjak pasrah?


Malam-malam tanpa tidur,
Malam-malam dada mendesak, jantung sesak,
Isak tangis dalam diam,
Perandaian menjadi sesaji ampuh menemani lamunan kelam.

Masih tentang tak ada yang patah dan tak ada yang hilang.

Bagaimana bisa kehilangan saat tak pernah memiliki?

Comments

Popular Posts