Talimu, Bung.

Tali belum disimpul mati, bercabang, menjuntai kesana kemari, membuat jengah bagi yang melintas sepi.

Sebentar ada yang mengingatkan,
"bung, talimu bisa berbahaya bila tak diikat sempurna, bisa saja terinjak secara tak sengaja atau diinjak secara sengaja, keduanya bisa membahayakan langkahmu bung!."
Melengos ia si Bung bertali cabang. Baginya adalah kesengajaan tali tak disimpul mati, ia diam-diam ingin terinjak maupun diinjak, agar terjembab lalu tersungkur, terluka dan diselamatkan kesekian kalinya pada tangan ikhlas yang memberinya rumah.

Mengapa menguji kasih sebegitu keji, Bung?

Perkara tali bercabang dan menjuntai, Bung.
Putuskanlah atau ikatkanlah talimu pada monogami yang sakral. Kelak tak membuatmu terluka atau membuat orang lain terluka.

Hanya perkara tali, Bung!

Comments

Popular Posts