Nafsu dan cinta, udara yang kuhirup sendirian
Berbagi dunia yang hilang, menyusun mozaik agar menarik bagi siapa yang mau singgah dan menetap.
Apalah artinya cinta jika nafsu yang selalu menang dan nafsu yang selalu mengalahkan.
Mencari latar alasan untuk pembenaran atas kesalahan.
Mengapa manusia bersatu lalu dipisahkan ?
Tak ada yang kekal, lalu mengapa aku masih juga menaruh harap?
Sendiri tak lagi terasa sepi, hanya rongga nafas yang terlalu longgar hingga membuat udara masuk berlebihan dan membuatku tercekat.
Nampaknya terlalu banyak udara bagi aku yang sendirian.
Mungkin, ini masih mungkin yah, berbagi udara akan terasa lebih menyenangkan.
Nafsu dan cinta, serta udara yang kuhirup sendiri.
Sial, rokok terakhirku habis.

Comments
Post a Comment