masih soal kamu
aku mencari jejakmu yang mulai hilang dimakan waktu,
aku berusaha mengontakmu didalam setiap lelap yang mengawang dalam hampa,
aku rindu kamu yang tak pernah tersentuh, tapi jiwamu yang selalu menyentuh aku.
belakangan aku bisa dengar bisikan tawamu dalam tidruku,
kamu yang setengah gila mempertahankan aku,
rasa bersalah menghantuiku yang selalu menyakiti seorang kamu,
terakhir kamu hanya berkata, "aku memberkatimu dengan siapapun akhirnya kamu bersanding dan menghabiskan masa hidupmu",
terakhir aku memohon maaf padamu,
tapi akhirnya hanya kesunyian yang keluar dari bibirmu,
pada akhirnya tak ada tangisan hanya kedewasaan yang menyudahi drama percintaan tanpa syarat.
aku menyakitimu, maka dari itu aku menderita.
merindu tidak sebanding dengan harapan pada akhirnya kamu ikhlas memaafkanmu,
aku mencari jejakmu yang mulai hilang dimakan waktu,
aku berusaha mengontakmu didalam setiap lelap yang mengawang dalam hampa,
aku rindu kamu yang tak pernah tersentuh, tapi jiwamu yang selalu menyentuh aku.
belakangan aku bisa dengar bisikan tawamu dalam tidruku,
kamu yang setengah gila mempertahankan aku,
rasa bersalah menghantuiku yang selalu menyakiti seorang kamu,
terakhir kamu hanya berkata, "aku memberkatimu dengan siapapun akhirnya kamu bersanding dan menghabiskan masa hidupmu",
terakhir aku memohon maaf padamu,
tapi akhirnya hanya kesunyian yang keluar dari bibirmu,
pada akhirnya tak ada tangisan hanya kedewasaan yang menyudahi drama percintaan tanpa syarat.
aku menyakitimu, maka dari itu aku menderita.
merindu tidak sebanding dengan harapan pada akhirnya kamu ikhlas memaafkanmu,
aku mencari jejakmu yang mulai hilang dimakan waktu,

Comments
Post a Comment