kita adalah masa lalu.

kita adalah masa lalu,
masa depan kita nanti adalah remah-remah semangat yang sedikit digores bayang-bayang masa itu,
antara kamu dan aku, itu kita dulu, hari ini dan masa depan kita bukan lagi dua manusia yang saling kenal. kita , sekali lagi adalah masa lalu.

kita dua anak hawa yang dilahirkan untuk bertemu dan dipisahkan, bukan karena hati yang mau berpisah namun kondisi yang berbicara.
menanjak umur, dipaksa kita lepas dari angan-angan indah bahwa suatu hari nanti akan ada caranya kita akan berjumpa dan menjalani hidup berdua dan menurunkan banyak anak keturunan,
aku ingat kamu berkelakar kalau kamu mau memiliki anak satu bus!
baru saja rasanya aku dengar kelakar itu dari bibirmu yang merah jambu, warna auramu dulu hijau hatimu yang jarang biru,

belakangan aku buat hatimu babak belur,
bukan belakangan malah dari awal kita menemukan kata kita adalah aku dan kamu,
kamu terima aku tanpa rasa ragu, sudah aku pergi lalu kembali lagi ke kamu,
tapi tanganmu selalu menyambut pasrah,
sering aku dengan amarahmu, sering aku dengar hening mu,
lebih sering aku dengar kamu mengalah untuk aku,

aku yang buat kamu menjadi manusia biru,
sering kamu bilang mau menyerah,
lalu itu hanya seperti siklus menstruasi yang datang setiap bulan, tapi layaknya hal yang wajar maka kita tetap saja menyambutnya dan kita terus menjalaninya,


kita pernah tertawa, memaki dan menangis bersama,
kita itu dua jiwa yang satu. kita percaya itu.
hanya tubuh saja yang tidak bisa saling sentuh, karena kamu jauh,

awalnya aku kira kita adalah semacam permainan seru,
aku kira tidak akan ada adiksi dalam permainan ini,
tapi aku salah, karena setiap permainan yang seru selalu membuat kita manusia terlena dan menjadi ketergantungan,

aku, akhirnya menyerah dan berpasrah untuk menjadi korban permainan yang aku buat sendiri,

akhirnya aku ikut arus dan mengakui hati ini jadi tawanannya, mentalku,
hanya jasad yang tidak kamu miliki,
karena jasad ini memang butuh tenaga esktra untuk saling sentuh,
karena kamu jauh,

kita bertemu diruang ruang hampa,
kita bertemu dan berbicara diruang-ruang sistem tanpa batas,

maka aku kesulitan untuk memutusmu,
tandanya aku harus memutus kamu dari koneksi,
tapi, koneksi ini sulit untuk diputus,
karena hanya dengan modal jempol maka aku bisa mengaksesmu kembali,

kamu ibarat aplikasi simsimi yang memiliki intelegensi layaknya manusia,
kamu bagaimanapun adalah bagian dari aku, yang tidak akan terpisah walau koneksi sudah terputus,
aku dilahirkan untukmu, begitu juga kamu untuk aku.
tapi kini kita adalah masa lalu,

terima kasih, telah menjadi yang terbaik dari yang pernah manusia bayangkan, merasa dicintai yang tanpa batas.

P.S я тебя люблю . the one and only inspire in my darkest hour. 

Comments

Popular Posts