Biar aku lekat
Izinkan aku bersandar pada pundakmu, izinkan aku rekat yang lebih lekat dari belikat.
Ikat aku erat, bawa aku mati tanpa sekat.
Peluk aku paling lekat, paling dekat, paling erat.
Relakan pundakmu basah bersama tangis yang campur tawa.
Tangis, tawa, tangis, tawa, ingus yang membuncah tanpa malu.
Jadi saksiku disaat-saat tercekat.
Aku kecewa.
Aku masih berusaha.
Aku kecewa.
Tak apa.
Aku tetap akan melangkah.
Izinkan aku tetap, menetap tiap kali aku tak mampu menahan atap yang mendesak pepat.
Pundakmu.
Tangisku.
Rekatkan aku lebih dekat dari belikatmu.

Comments
Post a Comment