When Ugo met Didi

Lalu lagi-lagi gue harus bicara soal cinta seolah-olah cinta adalah sebuah abstraksi semu. Sebuah ide yang bercampur dengan rasa, maka cinta menjadi begitu sederhana jika keduanya bekerjasama.

Mengapa gue dihadapkan dengan muskilnya mempercayai cinta itu sendiri?

Mungkin dalam membahas soal Cinta dan mencari jawabannya atas pertanyaan gue, terlebih dahulu rasanya harus membagi atau menegaskan Cinta yang muskil bagi gue ini. Pada tulisan ini gue membagi Cinta menjadi dua, yakni Cinta as in romance antar dua manusia seperti lagunya Melancholic Bitch - Tentang Cinta dan Cinta as in dengan keluarga atau teman, bahkan alam. Selain cinta ala Melancholic Bitch, gue akan ngangkat cinta ala Didi Kempot lewat lagunya Banyu Langit. Kenapa yang diangkat ala dua lagu ini dari genre yang berbeda pula? well gak ada alasan dasar sih. I just feel like i want it to, jadi tolong jangan berharap banyak dengan membaca ini kalian akan gain new value or anything. I just feel like i want to write this kind of thing to find my own (kind of) answer.

Tapi kalau kalian tipikal manusia yang kudu banget ada latar belakang pendahuluan, kenapa ini kenapa itu dan kalian bisa mati karena gak dikasih intro, well untuk menyuapi ego kalian maka i'll tell you why i should add this two songs in this (sort of) love discourse because i currently into this both songs and i currently listening to these songs on repeat, and then i feel like, mungkin ada baiknya saja jadikan tulisan ini menjadi bedah cinta dari lirik sebuah lagu. Mencoba memaknai cinta dari lagu. Membedah cinta ala Ugo dan Didi Kempot, dua manusia fenomenal yang cukupan punya impact terhadap perspektif cinta dari lagu dan lirik yang ditulisnya (bagi gue sih).

Dalam alam pikiran gue saat ini berkecambuk pertanyaan soal Cinta, setengah mengagumi bahwa, bahkan Ugoran Prasad percaya cinta dan versi Cinta ala Ugo melalui lagunya begitu jujur, sederhana dan menyakitkan tapi romantically melancholic seperti cinta adalah sebuah agony dari romantisme itu sendiri. Sedangkan Cinta ala Didi Kempot juga sama-sama jujur namun lebih berani menjadikan Laki-laki dalam liriknya capable to love with purity yang mana saat ini gue sangat ragu dengan esksistensi sebuah cinta dalam diri laki-laki.

Kenapa gue bisa ngomong gitu? ya gue hanya mencomot masing-masing satu lagu dari dua orang ini, seperti yang sudah disinggung pada awal tulisan paragraf ini adalah gue mau membedah cinta dari Tentang Cinta dan Banyu Langit. Keduanya tidak lantas menjadi sebuah perbandingan karena jelas tidak apple to apple namun lebih kepada bagaimana Cinta disajikan pada masing-masing lirik.


Tentang Cinta - Melancholic Bitch
tentang cinta yang menjadi rasa takutmu;
yang mengejan dalam mimpimu;
yang sengit dan selalu menikammu;
yang setajam kebencianku padamu;
yang tlah memaksamu membunuh;
yang mengejar dan terus mengikatmu:
tentang cinta yang membusuk di lagu-lagu;
yang “betapa ku merindukanmu”;
yang dengki dan kelam membisu;
yang tak juga habis-habis, tak kan juga habis-habis.
jika saja ada jendela dan jika saja ada jendela:
kau akan mengerti dan tetap mengerti;
ku akan mengerti dan tetap mengerti.
kau akan di sini dan tetap di sini,
ku akan di sini dan tetap di sini.
jika saja ada jendela dan jika saja ada segelas soda
Okay so pembedahan ini adalah pembedahan bebas ala gue dan pikiran gue sendiri. Jadi soal cinta dari penafsiran gue dari lagu ini. Jadi menurut gue Tentang Cinta ini menyajika betapa Cinta itu ada dan berkontribusi dalam timbulnya sebuah ketakutan dalam hubungan cinta itu sendiri, entah menyoal ketakutan kehilangan atau cinta yang malah membuat kita saling menyakiti. 

Betapa pada lagu ini cinta menjadikan manusia yang terlibat didalamnya menjadi pecandu yang sebenarnya menyakiti diri namun tetap bertahan, seolah-olah dalam lagu ini juga didambakan sebuah kedamaian dan kesederhanaan dimana kaya "hey this is too much and hurtful, can we just chill out take a break see the window outside and drink soda, beb? yo i will not gonna leave you, stop chasing each other tail and we will be all right. Put compromise and little bit of trust". Sungguh romantically melancholic yet my God tidak cheesy kaya lagu cinta-cintaan melulu. Jadi cinta yang gue dapat dari lagu ini sudah jelas yah, cinta itu ada dan memang ada sisi menyakitkannya karena sangking mencintai itu sendiri.

Kalau mau dibreak down sih yah, kenapa sih cinta tuh bisa menyakitkan? gue rasa sih kita semua sudah pernah melalui cinta sisi yang ini, sangking cintanya sampe takut kehilangan, jadi posesif atau malah jadi terlalu membebaskan karena percaya cinta yang terlalu digenggam malah akan hilang, eh toh akhirnya kita kehilangan juga bukan?. Disisi lain menurut gue lagu ini tuh mewakili perspektif laki-laki yang tidak sedang basa-basi dan tidak sedang merayu. Ini semacam isi hati laki-laki maskulin yang sebenarnya tidak suka direpotkan dengan drama. Benar-benar drama itu asal muasal masalah yang datangnya bisa dari internal maupun eksternal. Karena hubungan percintaan bukan sesederhana i love you and you love me and let's live us against the world. No, hubungan cinta bukan perkara dua orang, didalam diri setiap orang juga tidak berhenti pada individualnya saja. Masing-masing punya latar belakang, mungkin trauma, mungkin salah asuhan, mungkin ekonomi, mungkin kepercayaan, mungkin biologis, mungkin politik, mungkin astrologi. It's no longer as 1,2,3 i love you and we will be die together side by side semanis lagu banda neira - sampai jadi debu.

Cinta itu bisa hilang dikikis persoalan dan empati yang mulai luntur terhadap dua belah pihak. Kecuali kalian akhirnya sudah mendapatkan si cinta itu sendiri untuk kalian seumur hidup. Jadi ya dari sini memang cinta itu pelik. Cinta bukan bagi orang penakut, karena cinta menimbulkan sebuah ketakutan didalamnya. Kecuali kalian telah belajar bahwa cinta tidak berarti harus memiliki, bahwa cinta harus tanpa ekspektasi, bahwa cinta akan selalu ada bahkan setelah orang yang kita cinta telah pergi.

(Hell wait, WHAT? "bahwa cinta harus tanpa ekspektasi?? bahwa cinta akan selalu ada bahkan setelah orang yang kita cinta telah pergi?" are you being serious? we're not Mother Theresa for God sake!. Kaya paradox banget gak sih? if you think love could still alive after the person left our life then why we should repot-repot nikah sih?).

SO WHY ARE YOU QUESTIONING LOVE WHILE YOU ACTUALLY KNOW THAT LOVE DOES EXIST BAMBAAANG?
Jawabannya adalah oh iya jelas kayaknya ada yang salah sama gue sih, i mean i acknowledge that love does exist. Tapi kenapa sih rasanya kok susah untuk gue percaya bahwa cinta itu benar adanya? atau jangan-jangan sebenernya gue yang kurang percaya bahwa ada cinta dalam diri laki-laki atau jangan-jangan gue merasa i'm not deserves enough to accept love? atau ternyata gue yang punya standard dan banyak logika soal cinta itu sendiri dan siapa yang worth enough i invested my love to him?, maka dari itu kenapa gue mengagungkan lagu-lagu Didi Kempot? ya karena kayaknya menunjukan banget "iya cuk gue tuh cinta bet sama lo, lo pergi aja gue masih nunggu, lo nyakitin gue, gue masih kuat dan kalo gue gak kuat maka gue akan terus berusaha kuat". Kenapa juga ini jadi spesial? ya sederhanannya semenjak gue makin tua makin susah cuk dapet laki yang begini ke-gue (anjir curcol woy!).

Like perhaps laki being foolish to me last time when i was in junior high school. Cinta monyet bangsat yang bikin gigit kuku begitu tau mantan jaman SMP jadi super ganteng dan giat bekerja dengan pekerjaan ciamik. Saat ini ditulis usia gue 28 tahun. Terakhir gue menjalin hubungan yes he was the best one karena berusaha eh tapi cinta bukan landasannya tapi ide dan logika yang terukur dalam dirinya, yang akhirnya dia menyerah karena gue diluar perhitungan kepalanya. Disini sumpah sih, lewat tulisan atau dialetika me vs me ini sebenernya kaya mau cari jalan tengah biar gue legwo dan percaya that i deserved to be loved for the rest of my life. Mungkin akhirnya pun gue gak dapet apa-apa dari tulisan panjang ngehe ini. But let's found out tho.

Sekarang mari masuk ke pembahasan cinta ala Didi Kempot yah. Seperti yang udah dibahas sedikit diatas kenapa gue ambil Banyu Langitnya Didi Kempot yang basically menurut gue lagu-lagunya Didi Kempot itu kaya segitu sederhana dan jujur gak pake gengsi.
Banyu Langit - Didi Kempot  
sworo angin angin sing ngeridu ati  
suara angin angin yang menggoda hati 
ngelingake sliramu sing tak tresnani
mengingat dirimu yang ku cintai
pingin nangis ngetoke eluh neng pipi
ingin nangis mengeluarkan air mata di pipi
suwera weruh senadyan mung ono mimpi  
lama tidak bertemu walau hanya dalam mimpi
ngalemo ngalem neng dadaku
bermanjalah, bermanja di dadaku
tambanono roso kangen neng atiku
obati rasa kangen di hatiku
ngalemo ngalem neng aku
bermanjalah, bermanja di diriku
ben ra adem kesiram udan ing dalu
agar tidak dingin tersiram hujan di malam hari
banyu langit sing ono dhuwur khayangan
air langit yang ada di atas khayangan
watu gedhe kalingan mendunge udan
batu besar tertutup mendungnya hujan
telesono atine wong seng kasmaran
basahi hati orang yang sedang kasmaran
setyo janji seprene tansah kelingan
setia janji hingga sekarang masih teringat
ademe gunung merapi purbo
dinginnya gunung merapi purba
melu krungu swaramu ngomongke opo
ikut mendengar suaramu (sedang) berbicara apa
ademe gunung merapi purbo
dinginnya gunung merapi purba
sing ning Langgeran Wonosari Jogjakarta
yang ada di Langgeran Wonosari Yogyakarta
janjine lungane ra nganti suwe-suwe
janjinya perginya tidak sampai lama-lama
pamit esuk lungane ra nganti sore
pamit pagi perginya tidak sampai sore
janjine lungane ra nganti semene suwene
janjinya pergi tidak sampai seperti ini lamanya
nganti kapan tak enteni sak tekane
sampai kapan pun ku tunggu kedatangannya
banyu langit sing ono dhuwur khayangan
air langit yang ada di atas khayangan
watu gedhe kalingan mendunge udan
batu besar tertutup mendungnya hujan
telesono atine wong seng kasmaran
basahi hati orang yang sedang kasmaran
setyo janji seprene tansah kelingan
setia janji hingga sekarang masih teringat
ademe gunung merapi purbo
dinginnya gunung merapi purba
melu krungu swaramu ngomongke opo
ikut mendengar suaramu (sedang) berbicara apa
ademe gunung merapi purbo
dinginnya gunung merapi purba
sing ning Langgeran Wonosari Jogjakarta
yang ada di Langgeran Wonosari Yogyakarta
janjine lungane ra nganti suwe-suwe
janjinya perginya tidak sampai lama-lama
pamit esuk lungane ra nganti sore
pamit pagi perginya tidak sampai sore
janjine lungane ra nganti semene suwene
janjinya pergi tidak sampai seperti ini lamanya
nganti kapan tak enteni sak tekane
sampai kapan pun ku tunggu kedatangannya

Ya kan? lo pada dapet gak maksud gue? lagu ini tuh jujur gak pake gengsi menurut gue. Cinta dalam lagu ini tuh yah gak pake gengsi gitu lho ngungkapinnya, ini bentuk cinta kaya ginian yang masyallah gue udah gak pernah lagi tuh ngerasain. Man being foolished to a woman. Hari ini tuh, gue sebagai perempuan 28 tahun yang bekerja (gue gak tau sih ini ngaruh atau nggak, tapi mungkin ngaruh yah) dan masih single, like fkn hard to find a man with that amount of foolishness yah tapi juga bukannya mokondo terus termehek-mehek sama gue tanpa usaha yah (see? am i being the one who got standards? dan laki-laki yang dalam kategori gue gak punya kapabilitas dalam mencintai ala Didi Kempot, mungkin punya tapi punya gengsi untuk tidak sejujur dan seromantis Didi Kempot). Ada asumsi yang muncul sih disini jadinya, semacam jangan-jangan laki-laki dengan kapabilitas mencintai ala Didi Kempot itu cenderung cengeng.

Bentar deh, ini gue lagi ngomongin soal cinta atau soal kemampuan laki-laki dengan hatinya sih? i think the second one, isn't?

Sampai detik ini, gue cuma bisa ngangkat dua tema cinta ala Ugo dan Didi, yang pada kesimpulannya. Cinta does exist and Man capable to love yet it will be depend on the love language in each individual.

Dalam pertemuan imajiner antara Ugo dan Didi, mereka berdua mungkin akan saling menepuk pundak masing-masing dengan hormat. Mereka berdua mungkin akan saling mengagumi dan akan dapat bicara panjang soal cinta dari perspektif masing-masing. Didi dengan nasihat bijaknya menyoal kelembutan hati dan Ugo dengan cinta melankolisnya yang bak rockstar.

Akhir kata dalam perdebatan tulisan unfaedah gue ini, i might date Ugo than Didi Kempot sih.

Cheers!

DASP
11/01/2019

Comments

Popular Posts