Dear Tubuh dan Hati

Halo Tubuhku,
Maafkan aku, membubuhkanmu bertubi-tubi racun, menyetubuhi dirimu dengan karsa yang sengaja dipepat.
Maafkan sering kali tak dapat mengendalikan nafsuku.
Maafkan aku, membiarkan kau tak terawat utuh.
Maafkan aku, belum juga ada yang mencintaimu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu.
Maafkan aku yang masih terus berusaha mencintaimu dengan banyak distorsi seolah-olah kau sebuah kesalahan.
Maafkan aku tak sering menyapamu dan berbicara denganmu, malah mengajakmu terbiasa dengan kenikmatan kilat semata hingga lupa rasanya membutuhkan sesama.

Halo Hatiku,
Maafkan aku menguatkanmu dengan banyak tawa bahak yang getir di dalamnya.
Maafkan aku yang memutuskan menerima kecewa dengan kekecewaan lainnya lalu memakluminya.
Maafkan aku yang dengan kuatnya menyerah terhadap kelamin laki-laki yang tak bisa dipegang hatinya.
Maafkan aku yang membuatmu kian pahit.
Maafkan aku untuk menerima bahwa kebahagiaanmu tanggung jawabmu sendiri, tanggung jawab kerja bakti antara hati, pikiran dan tubuh yang sering tak beriringan dan jadilah ini pekerjaan rumah tangga kita bersama dalam kesendirian.

Maafkan aku yang membuatmu mulai kehilangan keyakinan terhadap kebahagiaan atas bantuan laki-laki.
Maafkan aku yang memaksamu menafikan keinginanmu yang sebenarnya, hanya karena si aku mulai lelah mencari kekuranganku sendiri.
Maafkan aku sampai detik ini, kita menguatkan diri dengan apa yang kita punya dan menerima apa yang tak kita punya.

Maafkan aku kau masih harus bersabar sampai hari kita membuat gebrakan besar.

Percayalah hati, lebih dari ini pernah kita lalui.
Jangan henti disini - Sementara, float.


Comments

Popular Posts