Lentik Jari Neraka

Derit dipan lambat laun mulai berisik.
Eluh tanpa tangis, meringis dengan bisik.
Berbohong pada ragawi, jati lupa pada janji pasti.
Lentik jari paling jujur pada detik ini.
Jerit tertahan, pada tawa semu yang menggelegar dengan gelak kosong hati yang kopong.
Menangisnya banal dan binal.
Meronta setiap kali kalah dan menang dengan tangan hampa.

Desak didera pencari surga yang berujung pada neraka.
Seperti kisah yang diturunkan dengan rasa bersalah atas kekalahan manusia dan keturunannya dalam gelimang dosa lalu berdoa setelahnya.
Jadi, kemana jalan menuju surga?

Comments

Popular Posts