Si Aku Jadi Satu

Mataku,
Bibirku,
Tanganku,
Kakiku,
Mungkin terlalu kotor karena berani menggunakannya tak sebagaimana seharusnya.
Tapi hatiku pernah kotor, pernah bersih, pernah kotor dan bersih dalam waktu yang sama.
Pikiranku yang sering bermain layaknya rubah. Bermain muslihat menampikan hatiku yang paling dalam, mengaburkan kebenaran atas dorongan teori A ditambah Teori B mengasilkan teori Z, Y, X.
Mumet njlimet.

Lah tapi toh itu seloroh kehidupan dan proses pembangunan diri paling dasar dengan tujuan menyelaraskan hati, pikiran, gerak tubuh untuk saling padu hingga tak lagi saling tengkar.
Menjadikan aku tak sekedar ke-aku-anku, tapi aku lebih daripada aku dengan diriku.
Aku bagian semesta dan terkoneksi.

Maka selamat bertengkar dan berdamai wahai hati, tubuh, serta pikiranku, salinglah berkonflik untuk saling lebih mengenal dan berdamai setelahnya!
Semesta tlah menanti kita lebur jadi satu!

Comments

Popular Posts