Surga diatas luka

Jadilah semua mitos belaka tentang cinta dan lini masa waktu yang bercanda.
Anggur merah menjadi realita masa kini dan menjadi-jadi.
Tangisku terserselimur diantara tawa dan air mata asap pekat.
Siapa peduli dalam memulihkan diri?
Tak satu nyawa menyambung rima rindu menggebu, melepas sendu diantara jeruji terlarang untuk dilewati.
Sekali lagi, ini bukan soal romansa, ini soal rasa yang terlalu terbawa dan harus dilepaskan dalam satu hentakan.
Maafkan aku yang telah menyakiti manusia, dan melumat masa bak batarakala, seolah waktu dan aku adalah sahabat yang bisa kubuat mabuk dan berlaku ceroboh lalu pagi termaafkan oleh fajar dan kabut dingin.
Aku pernah ingin memilikimu dan berdiam di alam semestamu, lalu supernova datang menunjukan agungnya, maka aku mundur berjuta ratus cahaya hanya untuk jatuh dan sekali lagi menguatkan tata surya agar tak sirna.
Maka maafkan aku dengan segala logika yang dimatikan, maafkan aku dengan rasa serta nafsu yang dirajah mesra.
Bukan perutku yang bunting, hatiku yang bunting tanpa rencana, beranak pinak tak seketika bukan sekedar kiasan namun makna yang terlalu dalam.
Aku senaif hanya ingin dicinta, maka aku jatuh pada sepersekian kali jurang.
Tak bohong bahagiaku tak akan kusirnakan dari segala memori tentang curian waktu yang tak pernah kucoba sanggah.
Maka disinilah aku, pada keping terakhir sekali lagi bertekuk lutut pada rasa yang tak boleh diasah.
Maka disinilah aku, berusaha membangun surga diatas luka.

Comments

Popular Posts