Pil Kelu
Ditampar pilu!
Ditenggaknya pil kelu 5x dosis dari sewajarnya, dengan harapan memuncak tercerabutnya nyawa secara mendadak tanpa ada ruang saling tawar nalar.
5x lipat romantika kematian bermain dalam pusara bisu dan sangat individu. Semacam ritus penting akhir dari mitos gadungan sejak lahir.
Seperti cerita nabi Adam dan Hawa, seperti cerita Syekh Siti Djenar yang dibacakan dalam kucing-kucingan kehidupan turun temurun dan dilupakan setiap gegap ajiannya, seperti harapan dadu pada Sang Alkemis! MAKTUB!
Begitu juga pada proses syahdu pemutusan hutang ragu yang bertalu dalam rindu yang menggebu.
Tak ditanggalkannya baju, tak ditanggalkannya kelu.
Semua berdetak jadi satu pada nafas babu kehidupan yang kelak membawa raga jadi debu.
Maka matilah dengan damai, matilah dengan kekekalan hingga hari kebangkitan kelak kau kan ditimbang.
Usai sudah pada pilu, tak ada lagi ragu, tak ada lagi rindu, semua telah menyatuh pada nafas panjang yang terjegal ajal. Titik akhir, nadir.
Selamat jalan terkasihku, temani rindumu pada kematianku yang akan menggenapkanku tanpa dirimu.

Comments
Post a Comment