Halo Mak

Mak, apa jadinya perempuan tanpa laki-laki?
Mak? Siapa yang membuahi?
Mak? Tapi ini bukan masalah reproduksi.
Mak? Bagaimana jika aku hidup mandiri dan cukup dipuasi oleh jari-jari tanpa perlu aku main hati?

Mak?
Mak?
Mak?
Mak?
Masih disana Mak?

Oh iya Mak, kalau aku butuh dicintai maka aku beli saja mungkin diloakan laki-laki butuh kasih perempuan selibat yang sekali embat lalu dibikinnya mataku sembab. Sesekali Mak, biar hidup tak selalu soal kesendirian.

Bukan main Mak, bukan salah laki-laki juga Mak kalau hari ini aku masih mencari dan sering kali lupa diri.
Mak, aku dibandingkan perasaanku lebih remuk Mak harus bertanya ini padamu Mak.
Mak, aku taulah Mak dalam doamu pastilah namaku kau sebut dengan tangis yang tak dapat menetes Mak.
Doamu juga Mak pada Tuhanmu yang menyelamatkanku acap kali aku hampir dilumat lelaki.

Kalau kau tanya Mak, apa yang kau cari Nak, maka Mak aku jawab lirih "rumah".
Tapi Mak, persis seperti Disney yang semakin mendewasa dan rumit mencari cerita cinta, begitulah aku Mak.
Begitulah aku mak.
Dalam harap, dalam tangis Mak, menguatkan diri bahwa aku mampu berdiri tanpa mereka menjajah hati dan rahimku tanpa kasih Mak.

Karena apa Mak aku begini?
Karena aku punya otak Mak, karena aku punya hati yang mulai lelah akan mempercayai perempuan harus mengabdi pada partiaki.

Karena tak inginnya perempuan terikat kepada kisah cinta yang ujung-ujungnya duka Mak seperti hari ini, kau dirundung hampa dengan kabut tebal dengan banyak sesal Mak.

Lalu Mak, saat aku menuliskan ini aku sedang menanti Laki-laki yang sialnya Mak, laki orang!
Jangan terkejut Mak, akupun juga terkejut.
Dalam doamu Mak aku berlindung atas kesalahan yang aku buat Mak.
Padamu, padaku, padanya, dan pada malaikat kecilnya.

Mak, tenang Mak.
Tenang Mak.
Mak aku tak bisa tenang Mak.

Maka Mak, tujuan perempuan hidup haruskah terikat pada penis lelaki?

Maaf Mak kalau aku keji memandang lelaki dengan setengah hati, karena belum lagi Mak ada lelaki yang memaknai aku lebih.

Mak, ingat semalam?
Mak kau kata padaku, kau takut padaku dan keras kepalaku Mak.

Mak, kau menyentak monster dari masa lalu yang siap menerkamku dalam sekali lahap.

Maaf Mak, aku sudahi dulu.

Jangan lupa jawab pertanyaan aku.

Mak, apa jadinya perempuan tanpa laki-laki?



Comments

Popular Posts