Imajimu
Imaji apa yang kau suapi dunia ini serta bayang-bayangnya?
Siapa dibelakangmu yang mengikatmu kaku?
Jangan begitu, sudah tidak lagi waktunya aku berseteru pada waktu padamu yang membawa sendu disela-sela malam yang hampir habis.
Tangisku sudah tak ada lagi untukmu, untuknya, untuk siapapun yang merenggut manja waktu dan perasaanku.
Mohon izinkan aku memaki pada gelap sendu yang tai asu.
Maaf tapi sudah tak lagi, tak bisa lagi.
Kamu terikat kaku, lalu aku harus apa?
Menjadikan diriku babu pada imaji suapanmu?
Tak kenal kamu ini akan cinta, yang kau kenal cuma sebatas kerangka acak yang berantakan.
Bantu aku untuk melepaskanmu, bantu aku mendobrak pintu jati yang maha seksi.
Bantu aku pada segenap usaha imajimu yang menjamahku halus dan sesekali halu.
Imajimu.
Imajimu.
Imajimu.
Imajimu.
Imajimu.
Menjadi imajiku.
Imajimu yang tai asu.
Beri aku waktu yang tak terbuang sia-sia, sesekali aku biarkan tenggelam pada imaji luasmu yang kaya akan nafsu.
Waktuku jangan kau ambil, hatiku jangan kau curi.
Imajimu. Biar buat aku.

Comments
Post a Comment