Binatang Kesepian
Dipersimpangan jalan-jalan yang lenggang, aku bergoyang diam-diam tanpa ada yang memandang.
Tubuh tak perlu molek.
Tak satu, dua atau pun tiga, sekenannya hanya menunggu lubang.
Sekedar main kata, tanpa memandang wajah yang penting terengah.
Begitu kisah jiwa-jiwa tanpa wajah, menolak rasa hanya mengejar syahwat.
Tidak seburuk itu seharusnya dunia,
Tidak sesedih itu seharusnya dunia,
Tidak sememuakan itu seharusnya dunia.
Tanpa rekayasa, namun bagaimana ?
Kan kita manusia yang paling dekat dengan kebinatangan.
Tak perlulah bermuram durja, akan ada waktunya dimana semua akan baik-baik saja.
Suatu hari kau akan menggenap, meyakinkan diri tanpa perlu lagi mencari dengan hati yang lirih.
Biar saja dunia ini perih, sengaja melupakan diri atas nafsu duniawi.
Kau bagaimana ?
Aku, aku akan tetap begini, bergeming pada manusia dibalik layar yang bermain kata tanpa rasa.
Kosongnya jiwa. Kita semua sama.
Binatang kesepian.

Comments
Post a Comment