Perjalanan masuk kedalam diri part. 1

Bukan isapan jempol semata saat pepatah atau kutipan bijak dibuat.
"Perjalanan paling panjang dan melelahkan adalah perjalanan masuk kedalam diri sendiri"
Kutipan ini menurut saya sangat indah dan jujur, and that's what I'm actually trying to do, masuk ke dalam diri sendiri, mencoba membaca hati dan pikiran, menjadi manusia sadar lan eling.
Tapi tau gak ? I feel tired as fuck, trying to clear and being honest to my self. BUKAN HAL MUDAH SAMA SEKALI. Tapi yah namanya proses, if i feel peace and happy there must be something not right.

Dalam pencarian saya, Perjalanan masuk kedalam diri, bukan berarti menuju kebahagiaan, mungkin pada akhirnya itu goal yang ingin dicapai setiap insan manusia. Menjadi bahagia.
Tapi apa sih artinya bahagia ?
Manusia berlomba untuk menjadi bahagia, tapi kadang sering kali lupa bahagia itu seperti apa, masing-masing memaknainya pun berbeda.

Lucu saat saya berhadapan dengan tujuan menjadi bahagia itu sendiri. Aneh saat saya menarik kesimpulan bahwa manusia tidak melulu harus bahagia kok, pepatah lama yang menuliskan "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian " bukan hisapan jempol semata.
Saya jengah dengan diri saya, dengan resonansi media sosial yang melulu mempertunjukan bahagia atau kegelisahaan karena tidak bahagia.
Proses menuju bahagia itu tidak ada yang indah, menahan keinginan untuk mendapatkan yang lebih besar itu nyata.

Jalan menuju bahagia pun berupa-rupa dengan banyak pintu dan resiko dibelakangnya. Bagi saya bahagia bukan berarti menghalalkan atau mengkorbankan hati dan perasaan orang lain walau kadang memang harus begitu jalannya.
Dalam pengejaran kebahagiaan yang harus disadari adalah koridor prinsip.
Prinsip sopan santun, prinsip harga diri, prinsip kepekaan bathin diperlukan.

Tidak semena-mena mengambil hak orang lain demi kebahagiaan yang sudah tau ujungnya nestapa. Jangan ambil itu.

Petualangan masuk kedalam diri pastinya akan menjadi pengalaman dan perjalanan yang mengasyikan, semakin hari lembar-lembar tabir yang tertutup satu persatu akan terungkap, dan maka dari situ saya akan menuliskan lagi pelajarannya.

Untum sekarang, saya harus mengakui saya lelah, dan dada saya sesak, perjalanan ini tidak mudah tapi tidak juga akan membuat saya jera.

Semoga Tuhan dan semeseta membuka pintu berkah bagi saya dan manusia serta alam disekeliling saya.

21/08/2018
Dasp

Comments

Popular Posts