Perempuan
Perempuan, perempuan.
Perempuan dengan hatinya, jangan dibantah.
Perempuan tidak akan pernah menagih apa yang telah dirampas darinya oleh laki-laki yang ia cintai, ia menyesali namun sering kali sadar diri apa yang telah hilang maka tak tak akan kembali, maka perempuan terisak sendirian mengutuk dirinya dan meneruskan langkah sembari berberes paras dan hatinya biar bekas luka diam-diam kadang masih nyeri terasa.
Laki-laki bisa menepisnya, melukainya, menyayat hatinya, mencampakannya, menjadikannya sampah namun tidak membuatnya jera untuk menyerah.
Bila perempuan menyerah, maka tak ada lagi rumah baginya yang memohon sehabis meludahinya.
Laki-laki sering kali congkak dikiranya bisa bahagia diatas dunia tanpa hadirnya hati perempuan yang setengah mati mencintainya. Laki-laki lupa bahwa bumi inipun perempuan. Bumi pertiwi, mother earth.
Laki-laki berdiri, berdansa, menjajah dengan membusungkan dadanya diatas bumi, makan dari benihnya, memperkosanya tanpa ampun, namun terus juga bumi belum menyerah dan masih senang tiasa berputar.
Jika bumi menyerah, maka kiamat yang ada.
Begitu juga dengan perempuan yang menyerah maka hancurlah dunia.
DASP
21.05.2018
.
Perempuan dengan hatinya, jangan dibantah.
Perempuan tidak akan pernah menagih apa yang telah dirampas darinya oleh laki-laki yang ia cintai, ia menyesali namun sering kali sadar diri apa yang telah hilang maka tak tak akan kembali, maka perempuan terisak sendirian mengutuk dirinya dan meneruskan langkah sembari berberes paras dan hatinya biar bekas luka diam-diam kadang masih nyeri terasa.
Laki-laki bisa menepisnya, melukainya, menyayat hatinya, mencampakannya, menjadikannya sampah namun tidak membuatnya jera untuk menyerah.
Bila perempuan menyerah, maka tak ada lagi rumah baginya yang memohon sehabis meludahinya.
Laki-laki sering kali congkak dikiranya bisa bahagia diatas dunia tanpa hadirnya hati perempuan yang setengah mati mencintainya. Laki-laki lupa bahwa bumi inipun perempuan. Bumi pertiwi, mother earth.
Laki-laki berdiri, berdansa, menjajah dengan membusungkan dadanya diatas bumi, makan dari benihnya, memperkosanya tanpa ampun, namun terus juga bumi belum menyerah dan masih senang tiasa berputar.
Jika bumi menyerah, maka kiamat yang ada.
Begitu juga dengan perempuan yang menyerah maka hancurlah dunia.
DASP
21.05.2018
.

Comments
Post a Comment