Cintaku yang janggal

Cinta itu aneh, janggal.
Sebaik-baiknya diri, kita tidak bisa menentukan dengan siapa kita jatuh cinta dan rela tinggal walau logika berteriak enggan.
Cinta, nafsu ?
Mungkin keduanya, atau memang cinta itu benar adanya.
Cinta membuatku setengah gila, membuatku lupa arti harga diri, cinta benar bila dikata tak ada logika.

Kadang aku bertanya sambil berkata pada diriku sendiri "mana pantas kamu diperlakukan bak perempuan yang tak ada harganya dimatanya ? Kamu tidak perlu lagi cari-cari dia, kamu tidak perlu lagi rindukan dia, kamu tidak perlu lagi menyiksa dirimu dengan bertanya apakah dia baik-baik saja ? Apakah semua perkerjaannya lancar? Apa ibunya baik-baik saja ? Apa keponakannya baik-baik saja ?. Dia, lelaki itu sudah tidak mau sama kamu, dia lelaki itu salah memahamimu, lalu masa kamu masih mau ada dihidupnya ? Berhentilah, berhenti. Lihat kaca tatap matamu lekat-lekat  dan katakan kamu tidak pantas bagi dia yang sudah menyerah. Katakan berkali-kali bahwa kamu lebih dari pada ini, katakan kamu tidak boleh menjatuhkan harga dirimu yang sudah dirobeknya tanpa ada rasa salah, katakan pada dirimu sendiri kamu melepaskan rasamu padanya karena kamu pantas dicintai lebih dan diperlakukan lebih dari pada dia memperlakukanmu."

Mau kata berbusa, aku sudah berusaha melepaskannya dan sebenar-benarnya aku sudah melepaskannya, hanya kadang rindu, hanya kadang ingin bercanda dengannya, hanya kadang ingin menjelaskan bahwa hati ini masih ada sebanyak doa yang aku panjatkan pada Tuhan.

Aku mencintai, dan ingin berkata mencintai orang yang salah, tapi kamu tidak salah, karena cinta tidak pernah salah. Gila, janggal. Cinta itu aneh tapi tidak salah.

PS. Kalau aku masih rindu karena aku punya hati, hatiku bukan terbuat dari batu seperti kamu. Memori bagiku bukan hal yahal yang mudah dilupakan, genggaman tanganmu kadang masih terasa, hangat nafasmu kadang masih membangunkanku dari tidur lelapku.

5/30/2018
DASP

Comments

Popular Posts