While crashing chapter 1
Matahari lebih terik dari biasanya,
Ahh.. sudahlah aku tau kenapa, kata BMKG per tanggal 22 - 23 September adalah puncak matahari tepat pada garis Khatulistiwa,.
Aku terbaring sengaja menantang matahari dengan bunyian ombak datang silih berganti, aku bisa rasakan panas pasir menggigit sekujur tubuh belakangku, aku tidak perduli.
Hari ini aku dedikasikan tubuhku pada panasnya matahari dan panasnya pasir yang berkolaborasi,
Tidak perduli dengan kulitku yang terbakar, biarkan saja.
Aku dedikasikan diriku pada pikiran yang berkelana sememtara badan hanya terdiam, dan aku kedikasikan hatiku untuk menggundah biar alam sedang begini terang.
Aku bilang, sudah terlalu banyak kegagalan yang bahkan sempat aku mulai,
Dasar pecundang, aku mengutuk diri.
Kamu bisa berubah, aku bilang dalam hati, tapi lalu aku bilang lagi, itu kalau kamu mau,
Timbul pertanyaan, mengapa menyerah bahkan sebelum benar dimulai ?
Lalu aku jawab, aku takut dengan perubahan dan aku takut gagal, harapan banyak orang menakutkan aku.
Apa boleh mereka tidak berharap dan biar aku lari mencari pecahan yang hilang bersama mimpi ?
Aku ingin kabur dari harapan dan keinginan orang, aku mau lari dan mengejar apa yang hilang.
Tuhan, adakah diriMu bersamaku hari ini? Saat ini, dengan matahari yang menyengat panas.
Apakah aku harus memaafkan diriku yang luka karena tak berbuat apa-apa ?
Beranjak dewasa aku lupa apa rasanya menjadi bahagia dan komplit diwaktu bersamaan, aku biarkan diriku terdiam dan resah segini lama.
Bathinku menjerit, tapi juga tidak berubah.
Akankah datang juru selamat tepat pada saatnya ?
Sibuk aku dengan pikiranku, hingga tiba-tiba sentakan dingin mengagetkanku, bahu kananku, sebotol dingin bir berkeringat tanda baru saja keluar dari kulkas,
Sudah duduk saja pria putih telanjang dada mengekan kacamata hitam menatap lurus kedepan, aku tengok ke keberadaannya yang mengejutkan aku.
Ia berkata, "why are you here?"
"What ?"
"I said, why are you here? Even bule like me avoid this crazy sunny heating day! You will get roasted you know that?"
"Well, then why are you here?"
"Cuz i wanna know why are you laying half-dead here.." katanya datar
"Well, there will be 1 book or more if i'm telling you why i'm here"
"I'm all ear, i have plenty of time"
Terdengar kesegaran surgawi dari terbukanya botol bir dingin yang tadinya bersandar di bahu kananku. Disodorkan bir dingin itu kepadaku. Aku terduduk menjemput bir dingin itu. Aku tenggak, dan baru tersadar betapa hausnya aku.
Kutenggak hingga setengah botol tanpa basa-basi.
"Easy girl" ia berseloroh. Aku tersenyum malu.
"So, set up your ears already ?"
"Try me"
"I lost something i need to get back, i lost things that i never have cuz i never really tun to reach it"
Ia memalingkan wajahnya dan menatapki dibalik kacamata hitamnya.
"Such example, i dream to be a standard beauty kind of girl, yet i only dream it, i never really reach it, somewhat it breaks my heart and i feel like a loser"
Aku tunggu ia berkomentar, namun tidak satu pun terdengar sesuatu keluar dari bibirnya yang merah muda.
Maka aku meneruskan,
"I did not finish yet my obligation to my parents, yet i feel tortured"
Kali ini ia menyulut rokok kretek dan menghisapnya dalam,
"Been long here?"
Ahh.. sudahlah aku tau kenapa, kata BMKG per tanggal 22 - 23 September adalah puncak matahari tepat pada garis Khatulistiwa,.
Aku terbaring sengaja menantang matahari dengan bunyian ombak datang silih berganti, aku bisa rasakan panas pasir menggigit sekujur tubuh belakangku, aku tidak perduli.
Hari ini aku dedikasikan tubuhku pada panasnya matahari dan panasnya pasir yang berkolaborasi,
Tidak perduli dengan kulitku yang terbakar, biarkan saja.
Aku dedikasikan diriku pada pikiran yang berkelana sememtara badan hanya terdiam, dan aku kedikasikan hatiku untuk menggundah biar alam sedang begini terang.
Aku bilang, sudah terlalu banyak kegagalan yang bahkan sempat aku mulai,
Dasar pecundang, aku mengutuk diri.
Kamu bisa berubah, aku bilang dalam hati, tapi lalu aku bilang lagi, itu kalau kamu mau,
Timbul pertanyaan, mengapa menyerah bahkan sebelum benar dimulai ?
Lalu aku jawab, aku takut dengan perubahan dan aku takut gagal, harapan banyak orang menakutkan aku.
Apa boleh mereka tidak berharap dan biar aku lari mencari pecahan yang hilang bersama mimpi ?
Aku ingin kabur dari harapan dan keinginan orang, aku mau lari dan mengejar apa yang hilang.
Tuhan, adakah diriMu bersamaku hari ini? Saat ini, dengan matahari yang menyengat panas.
Apakah aku harus memaafkan diriku yang luka karena tak berbuat apa-apa ?
Beranjak dewasa aku lupa apa rasanya menjadi bahagia dan komplit diwaktu bersamaan, aku biarkan diriku terdiam dan resah segini lama.
Bathinku menjerit, tapi juga tidak berubah.
Akankah datang juru selamat tepat pada saatnya ?
Sibuk aku dengan pikiranku, hingga tiba-tiba sentakan dingin mengagetkanku, bahu kananku, sebotol dingin bir berkeringat tanda baru saja keluar dari kulkas,
Sudah duduk saja pria putih telanjang dada mengekan kacamata hitam menatap lurus kedepan, aku tengok ke keberadaannya yang mengejutkan aku.
Ia berkata, "why are you here?"
"What ?"
"I said, why are you here? Even bule like me avoid this crazy sunny heating day! You will get roasted you know that?"
"Well, then why are you here?"
"Cuz i wanna know why are you laying half-dead here.." katanya datar
"Well, there will be 1 book or more if i'm telling you why i'm here"
"I'm all ear, i have plenty of time"
Terdengar kesegaran surgawi dari terbukanya botol bir dingin yang tadinya bersandar di bahu kananku. Disodorkan bir dingin itu kepadaku. Aku terduduk menjemput bir dingin itu. Aku tenggak, dan baru tersadar betapa hausnya aku.
Kutenggak hingga setengah botol tanpa basa-basi.
"Easy girl" ia berseloroh. Aku tersenyum malu.
"So, set up your ears already ?"
"Try me"
"I lost something i need to get back, i lost things that i never have cuz i never really tun to reach it"
Ia memalingkan wajahnya dan menatapki dibalik kacamata hitamnya.
"Such example, i dream to be a standard beauty kind of girl, yet i only dream it, i never really reach it, somewhat it breaks my heart and i feel like a loser"
Aku tunggu ia berkomentar, namun tidak satu pun terdengar sesuatu keluar dari bibirnya yang merah muda.
Maka aku meneruskan,
"I did not finish yet my obligation to my parents, yet i feel tortured"
Kali ini ia menyulut rokok kretek dan menghisapnya dalam,
"Been long here?"

Comments
Post a Comment