kertas buram

Jangan coba baca, karena otakku tidak seperti manusia biasa,
Jangan coba menebak, karena hatiku tidak seperti manusia kebanyakan,
Hari ini aku dapat tertawa, dan esok menangis renta,
Jangan coba bertanya mengapa,
Karena seperti puzzle yang terlalu rumit, menjawab pun aku sulit.
Hanya ada kekosongan yang memekakan didalam dada, yang selalu kosong biar setiap hari aku kejar kekosongan jiwa, hanya ada hampa tanpa kata merangkai lara,
Aku mencintaimu tanpa ragu, kata terucap tidak ada yang lepas karena basa-basi,
Tapi maaf aku begini rumit,
Andai aku tahu, maka aku tidak akan datang menjerit kepadamu,
Aku butuh kamu, kalau waktu sabarmu sudah habis, tidak akan aku minta kamu berhenti melangakh,
Selalu punya kamu pilihan, maka pililah yang terbaik dari yang baik,
Pernah aku ucap, mencintaiku tidak akan menjadi jalan mudah,
Kamu akan bertemu segala sisi yang akan meruntuhkan juga menguatkan,
Kalau kamu takut tinggi, maka takutku bukan sekedar ketinggian tapi juga diam dan sendiri, banyak dan sulit diurai,
Kalau waktumu tidak banyak, makan pergilah cari rumahmu yang terbaik.
Aku bukan si perempuan tenang, aku bomb waktu, aku dapat meledak seketika,
Aku sedang mencoba melangkah maju, bukan tidak mau berubah, aku melangkah walau dengan langkah kecil aku pasti menjadi lebih baik untuk kamu dan aku.
Aku kertas buram yang masih bisa kau torehkan tinta indah, hanya butuh lebih lagi kesabaran, atau melangkahlah menjauh.

29.09.2016
DASP

Comments

Popular Posts