bicara dengan si jiwa
didalam gelap malam,
mataku sulit terpejam,
pikiranku melayang kemasa lalu, masa kini dan masa depan,
melayang membentuk jejaring-jejaring bak benang kusut layangan yang sulit untuk diluruskan,
banyak pertanyaan silih berganti, semua berpusat kepada yang empunya masalah yaitu aku.
saat permohonan dalam doa dikabulkan, dan saat sifat fana kemanusiaan dipertanyaakan sekaligus diuji, sebagai hakekat manusia yang selalu tidak merasa puas, maka inilah aku diwaktu malam.
ketakutan mulai menyesap masuk kedalam alam pikiran, keraguan serentak mengikuti,
masa lalu membayangi bagaikan buaian fana yang tidak mau lepas, tidak mau dilupakan dan menjerat langkah pasrah yang kurang tenaga untuk berjuang, karena tekad yang belum bulat mungkin.
ada kesedihan tanpa alasan yang menaungi aku malam ini, kesedihan yang sulit dijelaskan, bahkan tidak memiliki kejelasan.
lagi, menjadi sedih adalah pilihan terbaik bagi obat kejenuhan,
aku sedih karena aku harus memilih,
aku sedih karena aku tau kini saatnya melangkah maju dan melepas masa lalu,
aku sedih karena keraguan memakan aku hidup-hidup,
aku butuh kepastian, lantas bila kepastian itu datang, maka apa yang akan tersisa dari diriku ?
dulu sepi maka aku sedih,
sekarang ramai maka kesedihan bukan lagi alasan untuk menjadi korban dalam drama kehidupan,
rutinitaskah yang harus aku sedihkan ?
segini bosannya kah aku ?
baru diajak melangkah maju, lalu terjegal alasan kesedihan yang dibuat-buat, antara masa lalu, masa kini dan masa depan.
pesan aku pada kamu yang ada didalam jiwa,
sudahlah cukup untuk bersandiwara,
sudah cukup kamu sudah lelah hidup tanpa tujuan, tanahmu sudah bisa kau pijakan dan bangunlah langkah demi langkah tanpa keraguan, berdoa kepada Tuhan maka kamu akan tenang, berdoa kepada Tuhan dan percaya malaikatnya selalu dan tidak akan pernah meninggalkanmu,
diombang ambingkannya kamu karena kamu belum lagi berbicara pada dirimu, bila tidak ada malam malam pikiran benang kusut maka kamu akan lupa untuk berdialog dengan dirimu yang ada didalam sana, si jati yang minta untuk diajak berbicara, biar selaras langkah. kontemplasi jiwa.
kamu butuh itu saat ini,
kamu butuh menjadi dirimu saja tanpa dulu ada emosi duniawi yang membuatmu kadang tersiksa,
jadi untuk hari ini, malam ini dan besok pagi, tolong izinkan aku hanya menjadi aku, tanpa kamu, tanpa dia dan tanpa embel-embel keharusan aku menjadi apa yang kamu mau,
aku hanya diriku,
untuk saat ini,
bila bisa maka bersabarlah lebih lama,
malam, subuh,
19.05.16
DASP.

Comments
Post a Comment