Hidup dengan si maya
kosong.
saya merasa kosong,
tidak wajar kekosongan yang sulit diterjemahkan,
namun mudah untuk dirasakan,
saya tengok dan mencari, sedikit kehangatan
atau sekelebat tatapan mata yang hangat,
tidak ada,
tatapan manusia kini kian dingin,
mereka bergerak hanya untuk dilihat, bukan untuk terhubung
saat musik, tidak lagi menjadi alasan manusia untuk menjadi bahagia dan bergerak karena alunannya,
saat makanan, bukan disantap untuk kebutuhan namun untuk sekedar pamer belaka,
saat manusia lebih akrab dengan benda mati ketimbang manusia lainnya,
kosong. omong kosong.
saat keindahan bukan lagi untuk dinikmati dan disimpan dalam memori otak dan hati, namun dipajang diruang ruang maya haus diberi atensi,
manusia mileniumkah memang begini adanya
?
tapi aku kosong, dan merana.
rindu rasa hangat pergerakan manusia sebelum adanya maya si penjajah.
saya merasa kosong,
tidak wajar kekosongan yang sulit diterjemahkan,
namun mudah untuk dirasakan,
saya tengok dan mencari, sedikit kehangatan
atau sekelebat tatapan mata yang hangat,
tidak ada,
tatapan manusia kini kian dingin,
mereka bergerak hanya untuk dilihat, bukan untuk terhubung
saat musik, tidak lagi menjadi alasan manusia untuk menjadi bahagia dan bergerak karena alunannya,
saat makanan, bukan disantap untuk kebutuhan namun untuk sekedar pamer belaka,
saat manusia lebih akrab dengan benda mati ketimbang manusia lainnya,
kosong. omong kosong.
saat keindahan bukan lagi untuk dinikmati dan disimpan dalam memori otak dan hati, namun dipajang diruang ruang maya haus diberi atensi,
manusia mileniumkah memang begini adanya
?
tapi aku kosong, dan merana.
rindu rasa hangat pergerakan manusia sebelum adanya maya si penjajah.

Comments
Post a Comment