BAPER sih!?
BAPER alias kebawa perasaan adalah sebuah kata yang belakangan saya sadari memiliki bahaya laten terhadap manusia-manusia metropolitan.
Kata "BAPER" lebih sering digunakan dilakalangan anak muda jaman sekarang untuk mengungkapkan kepada lawan bicaranya ataupun kepada dirinya sendiri untuk tidak mudah terbawa perasaan atau mengungkapkan/ menunjukan emosi kepada lingkungannya dalam media sosial maupun di dunia nyata.
Namun belakangan hal ini ber-impact kepada orang-orang disekeliling saya (bahkan saya sendiri) yang tanpa sadar mulai takut untuk menunjukan perasaannya terhadap lingkungannya karena takut dibilang " yaelah, baper amat lo".
Saat tulisan ini diketik, saya masih belum bisa menjawab mengapa mengungkapkan perasaan atau menunjukan perasaan kita terhadap lingkungan kita begitu menjadi bahaya ?
Apakah salah ? bila saya atau anda merasa tidak suka dan ataupun tersinggung dengan celotehan atau "bercandaan" kawan anda mengenai anda, lalu anda menunjukan ketidak sukaan anda ?
Apakah salah ? anda berbunga-bunga atau GR terhadap seorang lawan jenis yang menurut anda menawan, lalu anda menunjukan rasa suka anda terhadap teman-teman anda?
Apakah salah anda menceritakan isi hati anda di "path" atau media sosial yang ada miliki ?
Tahukah anda ? Saat anda menahan atau memendam perasaan anda, mungkin akan berdampak negatif terhadap kesehatan jiwa anda yang diikuti dengan rasa kesepian berujung kepada depresi.
Kita manusia yang diberkahi akal dan juga perasaan, bukan robot yang harus melulu mengikuti arus trend manusia metropolitan yang makin kaku dan dingin.
Jangan lupakan hati anda.
Jangan lupakan kita hanya manusia.
Manusia yang juga bisa marah, tersinggung, jatuh cinta, bahagia, dan berbagai emosi lainnya.
Menunjukan emosi anda bukan lah drama atau berlebihan. Namun memang ada baiknya tetap menggunakan akal.
Menggunakan akal juga bukan berarti melupakan perasaan.
Saya cuma takut manusia lupa untuk menyentuh hatinya dan perasaannya hanya karena kata "baper".
Saya cuma gak mau manusia disekeliling saya hanya menjadi manusia lilin yang bersolek demi citra yang bagus tapi kosong jiwanya.
Jadi menurut saya dari pada melempar kata "baper" lebih baik menanggulangi agar teman atau lingkngan kita gak "baper" dengan stop menganggap remeh perkataan yang kita sadar betul akan melukai lawan bicara kita maupun orang disekeliling kita.
Bercanda seharusnya menyenangkan dan membuat bahagia, bukan mencederai hati seseorang apalagi mencederai mental seseorang.
Mulai dengan bertutur kata yang santun, stop nyinyir dan mencari kekurangan orang lain, berbahagialah bila kawan anda bahagia.
Kalau anda tidak merasa bahagia anda harus katakan "iya saya tidak bahagia" kepada orang terdekat anda dan mencari jalan keluar.
Do what you love, and love what you do.
Kalau anda merasa bahagia, anda patut untuk menunjukannya dan menularkannya kepada orang terdekat anda bahkan mungkin orang yang tidak anda kenal karena saya percaya perasaan itu menular.
Ingat kita manusia.
#letsbaperallthetime
#baperwithlogic

Comments
Post a Comment