in the name of God
Jadi hari ini saya mulai begitu telat dari manusia kebanyakan didunia ini.. hari ini saya bangun seperti biasa, kosong.
Jam 3 sore, saya memutuskan hal besar dengan begitu singkat.. saya memutuskan untuk selesai
Dengan kehidupan saya yang lalu, si ayu manusia fana yang mengambang diantara hidup dan mati..
Hari ini saya resmi menjadi manusia baru.
Mungkin sudah berulang kali saya berkata begini bahwa saya sudah berubah..
apa yang berubah ?
Saya mulai secara resmi menyapa kembali jiwa yang lama bersemayam dan mati suri.. jati diri yang lumayan hilang tanpa arah..
Bagaimana saya menyapanya ? saya menyapa pencipta saya, Allah SWT.
Pencipta saya yang sering saya lupakan cinta kasih dan segala nikmat yang telah diberikan.
Berapa lama saya hidup mengawang, lupa cara untuk hidup sepenuhnya..
Proses yang membawa saya dan memanggil saya kembali dengan segala kemurahannya untuk menarik saya bangkit..
Lewat segala pesannya yang diberikan bertubi-tubi dari manusia disekeliling saya..
Secara sukarelawan saya menyerah untuk tidak melihat dan mendengar kasih dari Allah SWT..
Dimulai dari curi dengar kawan baru saya disebuah coffee shop yang lucunya bernama Coffee Life.. 3 kali sudah saya ketempat ini, ada kawan saya, seorang pria dan mereka saling bercerita mengenai mereka dengan Tuhan-nya.
ceritanya sebagai berikut :
pria A dan Pria B sedang berbicara sambil menghisap rokok dengan berselipkan canda gurau,
Pria A : "lo tau gak gimana akhirnya gue mulai solat lagi ?"
Pria B : "gimana ? "
Pria A : "gue punya temen yang dulu bener-bener bandel sama gue,terus dia tiba-tiba ilang eh tau-tau suka kirim broadcast ceramah gitu, akhirnya gue tanya sama dia kok bisa dia tiba-tiba berubah kaya gitu". sambil menghisap rokok dan cengar-cengir Pria A melanjutkan "gue nanya sama dia, lo kalo solat biasanya untuk apa ? karena minta doang? , karena bersyukur atau karena itu hanya kewajiban lo ?" .
lalu teman si pria A menjawab "buat bersyukur".
dari situ saya lumayan agak mau nangis mendadak, saya malu. setelah percakapan mereka, si pria A berangkat solat.
saya hanya bisa berfikir dan malu.
keesokan harinya saya harus ke kampus untuk mengurus skripsi saya yang belum juga saya tunaikan.
Sampai si kampus, saya bertemu teman saya, teman yang saya anggap sebagai sahabat, kita panggil namanya si wanita tercerahkan.
Si wanita tercerahkan ini adalah salah satu sahabat saya yang selalu saya anggap rapuh dan kadang saya anggap tidak berpendirian. hari itu terjadi pencerahan yang membuat saya cukup tercengang. Hari itu ia terlihat begitu cantik dan begitu menenangkan, si wanita tercerahkan telah menggunakan jilbab.
ia sahabat saya yang selama ini begitu sangat going to the flow hell or heaven, run or slow.
begitu banyak ia lalui yang dapat saya katakan, ia memutuskan untuk menggunakan jilbab ternyata sudah cukup lama namun baru terlaksana 2 minggu kemarin dibulan maret ini. dia bilang, dia capek, dia lelah atas dirinya yang kemarin, katanya kali ini dia harus memiliki prinsip dan ayahnya bilang manusia yang mencari Tuhan pasti Tuhan akan dekat dengan dirinya.
Dua kali saya dipukul malu, si wanita tercerahkan akhirnya berubah menaiki level baru dikehidupannya. Dia dewasa.
Sebelum dua hal diatas, saya melihat perubahan yang datang dari sahabat saya, Indah...
Indah, sesuai namanya memiliki pemikiran yang Indah, hati yang Indah dan semangat yang juga Indah. Pertama saya kenal Indah, ia dapat dibilang remaja kekinian yang suka bersenang-senang dan selalu menjadi dirinya sendiri tapi saya tercengang dengan speedo meter yang sangat tinggi ia berubah menjadi manusia yang sangat memikirkan dan ingin meraih masa depannya. Satu tahun terakhir, ada perubahan dari dirinya, dia bertranformasi menjadi wanita yang begitu siap untuk menantang dunia dan ia mengejar itu semua, tanpa lelah ia berikhtiar untuk mencapai cita-citanya, dan kedepan masih banyak langkah yang harus ia lewati tapi saya percaya bahwa Indah pasti bisa.
lagi, saudara Indah yang akhirnya bersahabat dengan saya, Janpo, si pria yang entahlah pertama kali saya berkenalan dengan dia. Sekarang Janpo berubah, dia mulai solat 5 waktu, tidak dilewatinya, bahkan dia bercerita pada saya, melewatkan solat jumat sekali saja rasanya sangat sedih. Janpo yang dulu tidak seperti itu, sekarang ia sangat bersemangat untuk terus maju.
kisah yang ia ceritakan, lumayan lucu, ia mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT, hanya karena menonton ceramah dari youtube. Dari sana, ia tergerak untuk mendekatkan diri dan melakukan pendekatan kepada Sang Kuasa, ia ingin mengabdikan diri kepada Ibunda-nya setelah banyak kesenangan yang ia jalani.
dari semua itu, saya merasa harus melakukan perubahan dari diri saya, selama ini saya berusaha mencari titik cerah, namun dengan sekejap sebenarnya Allah SWT telah memberikan bisikannya dan saya acuhkan begitu saja.
Apa yang harus saya tunggu lagi ? inilah saat saya.
nyata, dan begitu penuh kasih.
terimakasih ya Allah SWT.
Jam 3 sore, saya memutuskan hal besar dengan begitu singkat.. saya memutuskan untuk selesai
Dengan kehidupan saya yang lalu, si ayu manusia fana yang mengambang diantara hidup dan mati..
Hari ini saya resmi menjadi manusia baru.
Mungkin sudah berulang kali saya berkata begini bahwa saya sudah berubah..
apa yang berubah ?
Saya mulai secara resmi menyapa kembali jiwa yang lama bersemayam dan mati suri.. jati diri yang lumayan hilang tanpa arah..
Bagaimana saya menyapanya ? saya menyapa pencipta saya, Allah SWT.
Pencipta saya yang sering saya lupakan cinta kasih dan segala nikmat yang telah diberikan.
Berapa lama saya hidup mengawang, lupa cara untuk hidup sepenuhnya..
Proses yang membawa saya dan memanggil saya kembali dengan segala kemurahannya untuk menarik saya bangkit..
Lewat segala pesannya yang diberikan bertubi-tubi dari manusia disekeliling saya..
Secara sukarelawan saya menyerah untuk tidak melihat dan mendengar kasih dari Allah SWT..
Dimulai dari curi dengar kawan baru saya disebuah coffee shop yang lucunya bernama Coffee Life.. 3 kali sudah saya ketempat ini, ada kawan saya, seorang pria dan mereka saling bercerita mengenai mereka dengan Tuhan-nya.
ceritanya sebagai berikut :
pria A dan Pria B sedang berbicara sambil menghisap rokok dengan berselipkan canda gurau,
Pria A : "lo tau gak gimana akhirnya gue mulai solat lagi ?"
Pria B : "gimana ? "
Pria A : "gue punya temen yang dulu bener-bener bandel sama gue,terus dia tiba-tiba ilang eh tau-tau suka kirim broadcast ceramah gitu, akhirnya gue tanya sama dia kok bisa dia tiba-tiba berubah kaya gitu". sambil menghisap rokok dan cengar-cengir Pria A melanjutkan "gue nanya sama dia, lo kalo solat biasanya untuk apa ? karena minta doang? , karena bersyukur atau karena itu hanya kewajiban lo ?" .
lalu teman si pria A menjawab "buat bersyukur".
dari situ saya lumayan agak mau nangis mendadak, saya malu. setelah percakapan mereka, si pria A berangkat solat.
saya hanya bisa berfikir dan malu.
keesokan harinya saya harus ke kampus untuk mengurus skripsi saya yang belum juga saya tunaikan.
Sampai si kampus, saya bertemu teman saya, teman yang saya anggap sebagai sahabat, kita panggil namanya si wanita tercerahkan.
Si wanita tercerahkan ini adalah salah satu sahabat saya yang selalu saya anggap rapuh dan kadang saya anggap tidak berpendirian. hari itu terjadi pencerahan yang membuat saya cukup tercengang. Hari itu ia terlihat begitu cantik dan begitu menenangkan, si wanita tercerahkan telah menggunakan jilbab.
ia sahabat saya yang selama ini begitu sangat going to the flow hell or heaven, run or slow.
begitu banyak ia lalui yang dapat saya katakan, ia memutuskan untuk menggunakan jilbab ternyata sudah cukup lama namun baru terlaksana 2 minggu kemarin dibulan maret ini. dia bilang, dia capek, dia lelah atas dirinya yang kemarin, katanya kali ini dia harus memiliki prinsip dan ayahnya bilang manusia yang mencari Tuhan pasti Tuhan akan dekat dengan dirinya.
Dua kali saya dipukul malu, si wanita tercerahkan akhirnya berubah menaiki level baru dikehidupannya. Dia dewasa.
Sebelum dua hal diatas, saya melihat perubahan yang datang dari sahabat saya, Indah...
Indah, sesuai namanya memiliki pemikiran yang Indah, hati yang Indah dan semangat yang juga Indah. Pertama saya kenal Indah, ia dapat dibilang remaja kekinian yang suka bersenang-senang dan selalu menjadi dirinya sendiri tapi saya tercengang dengan speedo meter yang sangat tinggi ia berubah menjadi manusia yang sangat memikirkan dan ingin meraih masa depannya. Satu tahun terakhir, ada perubahan dari dirinya, dia bertranformasi menjadi wanita yang begitu siap untuk menantang dunia dan ia mengejar itu semua, tanpa lelah ia berikhtiar untuk mencapai cita-citanya, dan kedepan masih banyak langkah yang harus ia lewati tapi saya percaya bahwa Indah pasti bisa.
lagi, saudara Indah yang akhirnya bersahabat dengan saya, Janpo, si pria yang entahlah pertama kali saya berkenalan dengan dia. Sekarang Janpo berubah, dia mulai solat 5 waktu, tidak dilewatinya, bahkan dia bercerita pada saya, melewatkan solat jumat sekali saja rasanya sangat sedih. Janpo yang dulu tidak seperti itu, sekarang ia sangat bersemangat untuk terus maju.
kisah yang ia ceritakan, lumayan lucu, ia mulai mendekatkan diri kepada Allah SWT, hanya karena menonton ceramah dari youtube. Dari sana, ia tergerak untuk mendekatkan diri dan melakukan pendekatan kepada Sang Kuasa, ia ingin mengabdikan diri kepada Ibunda-nya setelah banyak kesenangan yang ia jalani.
dari semua itu, saya merasa harus melakukan perubahan dari diri saya, selama ini saya berusaha mencari titik cerah, namun dengan sekejap sebenarnya Allah SWT telah memberikan bisikannya dan saya acuhkan begitu saja.
Apa yang harus saya tunggu lagi ? inilah saat saya.
nyata, dan begitu penuh kasih.
terimakasih ya Allah SWT.

Comments
Post a Comment