Untuk kawan fana-ku
Ditengah senda gurau.. kuraih simpul kecil dari para hati manusia-manusia yang tersenyum fana..
Dipandang mata dengan lirikan mata iri..
Yang melirik tidak pernah tau.. arti tawa dan senyum yang dilontarkan para manusia fana didalam hatinya..
ada getir getar tak tersentuh gerak gelak tawanya.. haru biru didalam badannya mendesak keluar namun tersendat tak bisa tersirat keluar.
Kawan kawan fana ku.. yang tertawa, yang tersenyum, yang lepas dan bebas dilihat mata-mata iri... sebenarnya sedang menerjang ombak, dihantam karang dan pontang panting sejarah hidupnya dimasa nanti mengenai masa sekarang..
tak pernah berharap kisah hidupnya dipukul malu palu kehidupan yang murka atas ego sebatas.. atau kehidupan yang kembali kepada penciptanya.
Tuhan-ku.. kawan-kawan fana ku ini adalah kawan hidup ku yang ada didalam sejarah ku...
Duka mereka begitu mengagetkan menjadi duka ku terdalam...
Badai mereka membasahkan benak ku yang diam terluka atas pecahnya karang kehidupan yang menerpa mereka..
Sejarah yang mereka jalani hari ini... memang diam-diam menyimpan banyak pelajaran bagi kita manusia yang hidup di zaman tua.
belaka..
Cinta..
Nafsu..
Takdir..
Kawanku yang fana... inilah dunia kita yang fana... yang badai datang lalu pergi yang luka membesit abadi menjadi kenangan nantinya.
Hey.. habis gelap terbitlah terang katanya..
mungkin ini saatnya kita menjadi bagian dari kehidupan dan memiliki peran penting menjadi tokoh kehidupan itu sendiri dan belajar menjadi manusia utuh yang selalu ingat bagaimana cinta itu indah, bagaimana menjadi ikhlas begitu membahagiakan, bagaimana memaafkan begitu menyembuhkan luka. Bagaimana cobaan sungguh mendewasakan bagi kita yang berani mengahadipnya dan tersenyum setelahnya berlalu.

Comments
Post a Comment